BERITA & TULISAN
Kategori :

Stop "HOAX"

06/02/2018     Artikel         Administrator

Annisa Anita D. | 06/02/2018 | Informasi, Lain-lain | No Comments 

 

Tasikmalaya, UPI

  

Kata "HOAX" menjadi populer saat ini, bahkan mengungguli kepopuleran "Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 maupun NKRI". Kita sering mendengar atau membaca kata tersebut dalam media massa. Sebagai sebuah istilah, "HOAX" merupakan sebuah "pesan kebohongan" dengan maksud dan tujuan tertentu disampaikan melalui media bahasa dalam media massa atau media sosial. Adapun maksud seseorang membuat "HOAX" antara lain: mempengaruhi, mengendalikan atau memerintahkan orang lain untuk berpandangan, bersikap maupun bertindak sesuai dengan isi pesan. Tujuannya, seseorang menjadi berubah, bersikap, atau bertindak sesuai dengan pengaruh, kendali atau perintah dari pembuat  "HOAX".

Pengaruh "HOAX" sangat merugikan. Dari sudut pandang komunikasi, menurut Syafi`ie (1988) pesan dapat dibedakan menjadi (1) ide atau gagasan, (2) keinginan, (3) kemuaan, (4) perasaan, dan (5) informasi. Untuk itu, pesan dalam sebuah "HOAX" bisa berisikan gagasan, keinginan, kemauan, keinginan, perasaan, ataupun informasi dari pembuatnya disampaikan dengan media bahasa dalam media massa atau media sosial, "namun" pesan tersebut merupakan sebuah kebohongan. Dampak dari pesan tentang kebohongan, "HOAX" mempengaruhi, mengendalikan atau memerintahkan penerimanya untuk berubah, bersikap, atau bertindak sesuai dengan isi pesan "HOAX" ciptaan pembuatnya. Dengan pengaruh tersebut, seseorang berpeluang untuk melakukan sesuatu perbuatan di luar aturan, norma, hukum maupun nilai adat, budaya maupun undang-undang suatu negara. Pengaruh "HOAX" perlu disikapi sebagai "ancaman" bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari sudut pandang pembuat "HOAX", dia akan dikenakan sangsi pelanggaran hukum "IT" dengan kurungan penjara dan denda, serta sangsi sosial dari masyarakat.

Stop "HOAX" merupakan pilihan terbaik kita. Perlu disadari bahwa kita tidak mudah menghentikan "HOAX". Sebagai sebuah fenomana sosial, "HOAX" merupakan buah dari kegagalan "lompatan litersai" serta "revolusi teknologi informasi". Dengan percepatan perubahan seseorang mendapatkan atau mengakses informasi, baik itu diperoleh melalui media massa maupun media sosial, setiap orang dipicu dan dipacu untuk menciptakan  atau mengakses "pesan" melalui teknologi "mesin pengolah pesan". Kecepatan teknologi tersebut tidak mempertimbangkan nilai humanisme maupun norma sosial, sehingga seorang pengguna teknologi mesin tersebut tidak diberikan kesempatan untuk memilah, memilih, dan menyusun standar penilaian terhadap pesan luaran mesin tersebut. Hal tersebut merupakan salah satu bukti kegagalan dari "lompatan literasi" dalam revolusi teknologi informasi. "HOAX" dilahirkan dari rahim fenomena tersebut, sehingga kita  menjadi tidak mudah menghentikannya. Stop "HOAX" tetap harus dijadikan pilih kita terbaik untuk menghentikan "pesan kebohongan".

 Kita dapat memilih, memilah dan menyusun strategi produktif untuk menghentikan "HOAX". Dalam konteks ini, penghentian "HOAX" berpeluang dilaksanakan dengan tiga tahap, yakni: "pra-hoax, proses hoax dan pasca hoax". Pra-hoax dimaksudkan bahwa kita dilarang untuk menjadi pencipta hoax dalam media massa atau media sosial.Proses hoax dimaksudkan bahwa kita harus mengevaluasi dan menilai setiap pesan dalam media massa atau media sosial. Kita dapat melakukannya dengan membuat pesan sesuai dengan batas kesantunan dal berkomunikasi elektronik.Pasca hoax dimaksudkan kita harus mengabaikan atau tidak menyebar-luaskan hoax dalam media massa atau media sosial. Dengan strategi tersebut, kita berhasil menghentikan "HOAX" secara humanis. Sebagai pendidik, strategi tersebut berpeluang untuk diimplementasikan dalam pembelaran di kelas. Dengan demikian, peserta didik menjadi memiliki stategi untuk menghentikan "HOAX". Akhirnya, kita menjadi terbebas dari "HOAX" dan tidak dikendalikan oleh "HOAX".

(Dr. Dian Indihadi, Dosen UPI Kampus Tasikmalaya)







Berita & Tulisan Lainnya

« Berita & Tulisan Lainnya »

Alamat & Kontak

  • Alamat :
    Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya, Kode Pos 46115
  • Tlp/Fax :
    (0265) 331860 / (0265) 331860
  • Email :
    pgsd_tasik@upi.edu