BERITA & TULISAN
Kategori :

“RPP 3 in 1”

09/01/2020     Artikel         Administrator

Kemerdekaan Belajar. Suatu pendekatan inovatif dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia menjadi salah satu dari empat kebijakan menteri pendidikan kita saat ini. Implikasi dari kebijakan tersebut membawa kita kepada paradigma baru dengan diiringi oleh tuntutan perubahan. Tidak saja dari “mind set”, sikap dan kinerja, kita dituntut “gotong royong” untuk menerima dan mendukung semua dampak dari perubahan. Jika kita tidak memulai dari sekarang, kapan kita memulai perubahan?

RPP berasal dari kata Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Kata tersebut disetarakan dengan “Lesson Plan.” Adapun kata tersebut menyiratkan makna “suatu perencanaan kegiatan belajar-mengajar antara guru dengan peserta didik dalam satu kali atau lebih tatap muka untuk pencapaian kompetensi dasar.” Untuk itu, RPP harus dirumuskan oleh guru sebagai penyelenggara pembelajaran. Ternyata, RPP saat ini sudah berada di luar harapan-substansi. RPP sudah ditinggalkan, menjadi beban bagi guru dan berfungsi dokumentatif pelengkap keadministrasian.

Guna mendukung “kemerdekaan belajar”, penyelarasan pembelajaran perlu dilaksanakan. Penyelarasan tersebut diupayakan melalui penyederhanaan model RPP. Tanpa mengurangi hakikat dan urgenitas dari RPP, rumusan komponen dan jumlah halaman disederhanakan menjadi 3 (tiga) komponen dan disajikan dalam 1 (satu) halaman. Penyederhanaan tersebut menjadi salah satu upaya pemerdekaan guru dari beban keaadministrasian. Dengan penyederhanaan RPP menjadi 3 (tiga) komponen dalam 1 (satu) halaman, atau penulis istilahkan dengan model “RPP 3 in 1” dapat memerdekaan guru dari rejim model RPP konvensional.

Model “RPP 3 in 1” memerlukan sosialisasi dan pelatihan kepada para guru. Logika Metafisika, Epistimologi, Aksiologi, Ontologi, Estetika maupun Etika dari RPP tersebut harus dimiliki oleh guru. Selain itu, kapasitas “Higher Order Thinking Skill” (HOTS) atau keterampilan penalaran tingkat tinggi para guru untuk “Menganalisa, mengevaluasi dan mengkreasi” perlu ditumbuhkembangkan sehingga guru dapat membuat rumusan area isi “RPP 3 in 1.” Sejalan dengan itu, guru harus membiasakan dalam mengimplementasikan analisis “SWOT dan Fish Bone” untuk memilah, memilih dan menyusun area isi maupun program prioritas dalam pembelajaran. Apabila prasyarat tersebut sudah dipenuhi, model “RPP 3 in 1” dapat dibuat oleh guru sesuai harapan “Kemerdekaan Belajar” sebagai suatu pendekatan inovatif penyelenggaraan pendidikan Indonesia dapat dicapai. (Dian Indihadi)

 







Berita & Tulisan Lainnya

Tingkatkan Perkembangan Keilmuan Khususnya Pendidikan Dasar

Annisa Anita D. | 06/09/2017 | Informasi, Lain-lain | No Comments   Tasikmalaya, UPI     “Kita memperoleh gambaran yang ...

Delegasi UPI Tasikmalaya Ikuti Asia Pacific Future Leader Conference

Annisa Anita D. | 21/12/2017 | Informasi, Lain-lain | No Comments     Tasikmalaya, UPI Fauziyah Mahbubah, mahasiswa UPI ...

« Berita & Tulisan Lainnya »

Alamat & Kontak

  • Alamat :
    Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya, Kode Pos 46115
  • Tlp/Fax :
    (0265) 331860 / (0265) 331860
  • Email :
    pgsd_tasik@upi.edu