BERITA & TULISAN
Kategori :

Literasi Tanggung Jawab Siapa?

15/09/2017     Berita         Administrator

Annisa Anita D. | 15/09/2017 | Informasi, Lain-lain | No Comments

Tasikmalaya, UPI

Suatu pengalaman yang berharga, saya dapat diundang oleh Kementerian Agama Wilayah Kota Jakarta Selatan untuk sosialisasi program Sekolah Literasi Indonesia kepada Kepala Madrasah se KKM. Dalam training tersebut salah satu guru ada yang bertanya"Apakah literasi itu tanggung jawab dari guru Bahasa Indonesia?". Pertanyaan ini sangat menarik buat saya sebagai pegiat literasi sekolah.

Banyak sekolah yang keliru terkait pelaksanaan literasi di sekolah. Ibarat mata uang, literasi masih dipandang dalam satu sudut pandang saja. Banyak yang terjebak, bahwa literasi itu adalah aktivitas menulis dan membaca (hanya itu). Karenanya literasi dibebankan kepada guru Bahasa Indonesia yang begitu akrab dengan istilah menulis dan membaca. Tentu, ini sebuah kesalahan.

Akhirnya literasi di sekolah hanya sebatas kegiatan tanpa arah. Raga tanpa jiwa, begitu kosong tanpa makna. Hanya sebatas pemenuhan kebutuhan tugas dari "sang atasan". Yang penting ada. Sebuah aktivitas yang dilaksanakan tanpa "ruh" akhirnya hanya sebatas rutinitas bukan menjadi sebuah pembiasaan. Rutinitas dan pembiasaan tentu suatu hal yang berbeda. Pembedanya terletak di niat dan keikhlasan. Tidak jarang guru yang curhat "Di kelas padahal sudah tersedia lemari dan buku yang beragam, tapi banyak siswa yang malas untuk membaca". Hal inilah yang terjadi jika literasi dipandang sebelah mata.

Dalam Islam, istilah literasi begitu dekat dengannya. Ayat pertama yang diturunkan Allah Swt sebagai petunjuk kepada Rasulullah Saw adalah "Iqro" (bacalah!). Ini menunjukan bahwa, "membaca" begitu penting. Banyak para ulama ahli bahasa menyatakan kata iqro bukan konteks secara langsung membaca, tetapi juga bagaimana memahami suatu keadaan, dan merenungi solusi atas sebuah permasalahan. Literasi pun demikian. Bukan hanya sebatas aktivitas membaca dan menulis, tetapi bagaimana cara berfikir membedakan baik dan buruk.

Sebagaimana literasi menurut National Institute for Literacy (NIFL), "Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat." 

Untuk membudayakan literasi di sekolah, membutuhkan kerjasama dari semua pihak baik kepala sekolah, guru maupun siswa. Perlu adanya pemahaman, pemikiran dan komitmen yang sama untuk mencapai sebuah tujuan. Shirli Gumilang (Konsultan Sekolah Literasi Indonesia/PGSD UPI Tasik)

#Literasi #SekolaLiterasiIndonesia #deLiterasi #MakmalPendidikan #DompetDhuafa
--------------
FB: Makmal Pendidikan
Twitter: @MakmalDD
IG: Sekolahliterasi_id
Website : Makmalpendidikan.net

 

 







Berita & Tulisan Lainnya

Off Campus Teaching UPI  Tasikmalaya di SLB Aisyiyah Kawalu

Annisa Anita D. | 04/12/2018 | Informasi, Lain-lain | No Comments      Tasikmalaya, UPI Prodi Pendidikan Guru ...

Gerilya Para Pendahulu Merintis UKM : Mencipta Jejak

Kami bergerilya dengan cara masing-masing mulai dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya, sebuah ...

« Berita & Tulisan Lainnya »

Alamat & Kontak

  • Alamat :
    Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya, Kode Pos 46115
  • Tlp/Fax :
    (0265) 331860 / (0265) 331860
  • Email :
    pgsd_tasik@upi.edu