BERITA & TULISAN
Kategori :

Kegagalan dalam Ruang Guru

20/01/2020     Artikel         Administrator

Ruang Guru. Popularitas kata tersebut menunjukkan peningkatan signifikan. Masyarakat mengenal “Ruang Guru” sebagai wujud layanan publik berbasis teknologi digital; seperti “Gojek dan Grab.” Pandangan “Pro dan Kontra” terhadap wujud layanan tersebut masih terjadi saat ini. Dampak ekonomi dari kehadiran layanan tersebut pun harus diterima oleh masyarakat. Adapun tulisan ini tidak dimaksudkan membahas hal tersebut.

Ruang guru dalam konteks ini diorientasikan kepada kondisi pembelajaran di kelas atau suatu jenjang pendidikan. Diasumsikan bahwa kondisi pembelajaran dipandang sebagai pemaduan dua dimensi ruang; yakni: ruang guru dan ruang peserta didik. Ruang tersebut dikondisikan untuk pelaksanaan rangkaian belajar-mengajar antara guru sebagai pendidik dengan peserta didik dalam upaya pewujudan tujuan pendidikan. Guru sebagai manajer pembelajaran dituntut untuk berhasil dalam mengendalikan ruang tersebut.

Kegaglan dalam ruang guru masih terjadi sampai saat ini. Guru memiliki hambatan dalam membangun dimensi ruang pembelajaran sehingga kondisi rangkaian belajar mengajar gagal diwujudkan. Komponen maupun komposisi pembangunan tersebut masih belum dikonstruksi secara profesional maupun proporsional oleh guru. Hal tersebut berimplikasi langsung terhadap kegagalan perwujudan tujuan pendidikan.

Kegagalan dalam ruang guru disebabakan oleh komponen dan komposisi perwujudan ruang peserta didik. Kuantitas dan kualitas peserta didik dalam ruang tesebut tidak setara, selain itu perbedaan latar belakang sosial, budaya maupun perkembangan individu. Minat serta motivasi dan kesiapan belajar peserta didik juga mempengaruhi terhadap kondisi ruang tersebut. Sejalan dengan itu, pertanyaannya: “Apakah guru sudah berupaya dalam menyolusikan kegagalan dalam ruang guru tersebut?”

Ternyata kegagalan dalam ruang guru memiliki peluang untuk disolusikan. Solusi tersebut antara lain: Pertama pendekatan humanis; guru melakukan interaksi secara personal terhadap peserta didik sehingga penyebab atau alasan kegagalan dapat diketahui, kemudian guru membuat “treatment (layanan khusus). Kedua, pendekatan negosiasi; guru melakukan komunikasi transaksional dengan peserta didik dalam memilah serta menyusun rangkaian kegiatan pembelajaran. Ketiga, pendekatan modifikasi; guru mengubah atau mengganti strategi atau model pembelajaran meskipun itu harus berada di luar rencana pelaksanaan pembelajaran. Demikian solusi alternatif tersebut dalam mengatasi kegagalan dalam ruang guru. (Dian Indihadi)

 







Berita & Tulisan Lainnya

Probumsil Satas Darul Resik Sukses Menggelar Pelantikan

Annisa Anita D. | 12/02/2018 | Informasi, Lain-lain | No Comments    Tasikmalaya, UPI    Kamis (08/02/2018) PROBUMSIL UPI ...

Terus Terang KTI itu Gampang

Annisa Anita D. | 02/11/2017 | Informasi, Lain-lain | No Comments    Tasikmalaya, UPI  Pasalnya Jumat (27/10/2017) Ketua ...

« Berita & Tulisan Lainnya »

Alamat & Kontak

  • Alamat :
    Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya, Kode Pos 46115
  • Tlp/Fax :
    (0265) 331860 / (0265) 331860
  • Email :
    pgsd_tasik@upi.edu