BERITA & TULISAN
Kategori :

Gerilya Para Pendahulu Merintis UKM : Mencipta Jejak

17/10/2016     Kiprah Alumni         Administrator

Kami bergerilya dengan cara masing-masing mulai dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya, sebuah kampus di pinggir Cimulu Tasikmalaya sejak 2004.

Angkatan kami senang membangun ruang-ruang di dalam kampus sebagai lahan untuk menggali kemampuan diri. Berdirilah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teacher Music Community, Pecinta Alam, Teater Cagur, Aksara, dan lain sebagainya. Komunitas-komunitas di dalam kampus ini belum menjadi UKM seperti sekarang. Kegiatan-kegiatan yang sengaja dibentuk untuk mewarnai aktivitas mahasiswa yang tidak sekedar kuliah di dalam kelas saja.

Dalam rentang waktu kurang-lebih empat tahun, berbagai dinamika terjadi yang terkadang bergiat masing-masing dan bersama-sama. Setiap rencana kolaborasi komunitas di dalam kampus tidak pernah terwujud, kecuali sebuah pagelaran dengan mengolaborasikan musik dan teater yang disatupanggungkan.

Selesai kuliah dengan mendapatkan gelar strata satu, kami meneruskan perjalanan berbeda dari 2008. Nero Taopik Abdillah meneruskan paska sarjana sedang saya tidak. Tetapi kami masih dipertemukan dalam kegiatan-kegiatan komunitas di Tasikmalaya.

Pada suatu pertemuan yang kesekian, kami masih belum mampu mengolaborasikan kegiatan dalam satu atap. Barangkali takdir kami hanya untuk saling mendukung satu sama lain. Cara ini memang paling mujarab selama perjalanan berkomunitas. Entah kenapa selalu dihadapkan pada jalan buntu ketika berpikir bersama. Bukan berarti tidak saling bertukar ide dan saling menerima saran. Justru kami sering berpikir bersama tetapi mewujudkannya dengan cara masing-masing.

Nero memilih pulang ke Desa Sukawangi Singajaya, Garut Selatan untuk mewujudkan ide dan konsepnya di kampung halamannya. Sedang saya lebih memilih gerakan sederhana, seperti langkah-langkah kecil anak-anak. Sebab yang dihadapi saya setiap hari adalah mereka yang menganggap hujan, kolam, dan lapangan adalah teman bermain yang menyenangkan.

Dia mendirikan Komunitas Ngejah sebagai ruang warga untuk memiliki minat baca tinggi. Sedang saya mendirikan Percisa Kids yang memiliki cita-cita agar anak-anak sekitar sadar literasi sejak dini. Pendirian kedua komunitas ini pada tahun yang sama (2010) dengan memilih bulan kelahiran masing-masing yaitu bulan Juni dan Juli.

Tentu saja masih banyak hal yang harus dilakukan agar mimpi-mimpi kami terwujud. Tidak ada cara lain kecuali jalan pergerakan yang merupakan pilihan masuk akal saat itu, sekarang, dan seterusnya.

Selain banyak penghargaan dari berbagai lembaga dan kementerian, kawan saya ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Forum TBM Jawa Barat. Alhamdulillah, tahun ini telah memiliki hawa yang melengkapi hidupnya. Barangkali telah ditakdirkan untuk menjaga ritme hidupnya sendiri. Energi yang lebih besar dapat dia miliki setelah menikah. Tentu saja bukan untuk tanah kelahirannya saja, Garut. Tetapi tanah-tanah kelahiran yang lainnya agar bangkit dan berdiri kuat bersama-sama.

Pintu kepala masing-masing tetap terbuka meski fase hidup hingga sekarang memiliki halaman-halaman yang harus dirawat di tempat berbeda. Paling tidak saling mengunjungi dan menanyai kabar tentang anak-anak yang akan membaca jejak-jejak kelak.

Respect! (Vudu Abdul Rahman)







Pengumuman Lainnya »

Berita & Tulisan Lainnya

Cerita SM3T : Atoin Meto

              Onme! Satu bulan sudah saya menjadi salah satu orang Timor. Saya merupakan salah satu ...

Lahirnya Komunitas Ilmiah Mahasiswa UPI Tasikmalaya

Annisa Anita D. | 25/10/2017 | Informasi, Lain-lain | No Comments    Tasikmalaya, UPI  KIM adalah akronim dari ...

« Berita & Tulisan Lainnya »

Alamat & Kontak

  • Alamat :
    Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya, Kode Pos 46115
  • Tlp/Fax :
    (0265) 331860 / (0265) 331860
  • Email :
    pgsd_tasik@upi.edu