BERITA & TULISAN
Kategori :

Gagal Fokus

13/02/2018     Artikel         Administrator

Annisa Anita D. | 13/02/2018 | Informasi, Lain-lain | No Comments 

 

Tasikmalaya, UPI 

Tugas utama dosen melaksanakan "Tri Dharma Perguruan Tinggi". Dosen ditugaskan untuk (1) menyelenggarakan pembelajaran (perkuliahan), (2) melaksanakan  pengembangan ilmu melalui penelitian dan publikasi karya ilmiah, dan (3) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Dosen menyelenggarakan pembelajaran sebagai bukti kinerja dosen kepada mahasiswa. Dosen melaksanakan pengembangan ilmu melalui penelitian dan publikasi ilmiah sebagai bukti kepakaran dosen kepada kelimuan. Dosen melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bukti kepedulian dosen kepada masyarakat. Dengan "Tri Dharma Perguruan Tinggi", dosen menjadi berbeda dari profesi lain.

Kekurangan dosen di perguruan tinggi maupun di universitas berdampak kepada eksistensi perguruan tinggi maupun universitas. Saat ini, seorang dosen mengampu mata kuliah lebih dari satu mata kuliah tidak serumpun dengan keilmuan dosen. Tidak sedikit dosen mengampu mata kuliah lebih dari satu perguruan tinggi maupun universitas. Akibatnya, beban kinerja dosen berdasarkan kualifikasi "SKS" (Satuan Kredit Semester) menjadi meningkat; bahkan di luar batas kewajaran. Sekaitan dengan itu, penyelenggaraan pembelajaran (perkuliahan) dosen menjadi dipertanyakan secara kualitas. Pertanyaan berikutnya " apakah dosen memberikan layanan prima kepada mahasiswa sesuai dengan "SOP"?". Pemberian layanan dosen kepada mahasiswa tidak sebatas kehadiran dalam kelas, pemberian tugas mandiri dan tugas terstruktur, penyelanggaraan UTS (Ujian Tengah Semester) dan UAS (Ujian Akhir Semester), membimbing PKL (Praktik Kerja Lapangan), PPL (Praktik Pengalaman Lapangan), KKN (Kuliah Kerja Nyata), membimbing dan menguji skripsi, tesis, dan disertasi. Dosen harus mendidik dan membimbing perihal kepemilikan nilai, karakter dan kehidupan masa datang mahasiswa.

Kekurangan dosen di perguruan tinggi maupun universitas mengakibatkan dosen menjadi gagal fokus dalam memenuhi tuntutan "Tri Dharma". Jabatan dan tuntutan Tata Pamong, maupun pemenuhan tuntutan tugas lain di luar "Tri Dharma" berdampak kepada dosen. Dosen harus berbagi beban kerja, maupun waktu bekerja; tidak mungkin semua itu mampu dikerjakan secara optimal. Skala priotitas menjadikan solusi alternatif. Kegagalan dosen memilih, memilah dan menentukan fokus kegiatan, tentu itu berdampak kepada kegagalan penentuan skala prioritas. Kegagalan tersebut sering terjadi saat ini. Pengabaian terhadap tuntutan "Tri Dharma" sering menjadi skala prioritas dibandingkan dengan pengabaian terhadap jabatan, tuntutan tata pamong maupun tugas tambahan dari perguruan tinggi maupun universitas menjadi pilihan dosen. Kekurangan kualitas dosen memenuhi tuntutan "Tri Dharma" diakibatkan okeh kekurangan kuantitas dosen di perguruan tinggi maupun universitas.

 

Kegagalan fokus dosen terhadap tuntutan tugas dan tanggung jawab profesi menjadi penyebab kegagalan "Tri Dharma Perguruan Tinggi". Kegagalan tersebut berimplikasi kepada pencapaian kualitas, validitas maupun pragmatisme sebuah lembaga atau institusi perguruan tinggi maupun universitas. Fenomena tersebut menjadi masalah saat ini. Kekurangan dosen secara kuantitas perlu dijadikan solusi utama. Penambahan atau pengangkatan dosen baru harus dijadikan skala priotas. Ketersediaan dosen pengampu tidak saja memenuhi batas "Syarat minimun" menurut standar BANPT atau indikator akreditasi prodi, namun memenuhi tuntutan mata kuliah dan kuantitas dosen purna tugas (pensiun). Oleh karena itu, kekurangan dosen dapat dikendalikan dengan memenuhi kekurangan kuantitas dosen di perguruan tinggi maupun universitas, sehingga dosen dapat fokus memenuhi tuntutan "Tri Dharma Perguruan Tinggi".

Penyelenggaraan pembelajaran (perkuliahan), pengembangan ilmu maupun pengabdian kepada masyarakat oleh dosen menjadi fokus dan skala prioritas. Peningkatan kualitas, kepakaran maupun kemanunggalan dosen dengan mahasiswa, ilmu maupun masyarakat  dapat dicapai apabila kekurangan dosen di perguruan tinggi maupun universitas sudah dikendalikan melalui penambahan maupun pengangkatan dosen baru. Apabila hal tersebut tidak segera dipenuhi, maka eksistesi, validitas dan pragmatisme perguruan tinggi maupun universitas berada dalam ancaman kehancuran. Selain itu, di tengah persaingan global, percepatan perkembangan dan perubahan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi saat ini, kekurangan dosen di perguruan tinggi maupun universitas menjadi ancaman bagi suatu peradaban bangsa maupun negara, tidak saja bagi mahasiswa. Mari kita merefekleksi sejenak terhadap paparan dalam tulisan ini, sehingga kita tidak menjadi gagal fokus.  (Dr. Dian Indihadi, Dosen UPI Kampus Tasikmalaya)

 

 

Sumber Foto kreativa.co.id

 

 







Berita & Tulisan Lainnya

Semangat H+1 LKM PGSD 2016

Annisa Anita D. | 18/10/2016 | Informasi, Lain-lain | No Comments   Tasikmalaya, UPI   Himpunan Mahasiswa Pendidikan ...

Peringati Hari Pahlawan UPI Tasik Menggelar Upacara

Annisa Anita D. | 10/11/2017 | Informasi, Lain-lain | No Comments    Tasikmalaya, UPI   “Untuk menjadi pahlawan ...

« Berita & Tulisan Lainnya »

Alamat & Kontak

  • Alamat :
    Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya, Kode Pos 46115
  • Tlp/Fax :
    (0265) 331860 / (0265) 331860
  • Email :
    pgsd_tasik@upi.edu