BERITA & TULISAN
Kategori :

Behind The Scene Tim UPI Kampus Tasikmalaya ke UNM

08/05/2017     Artikel         Administrator

Annisa Anita D. | 08/05/2017 | Informasi, Lain-lain | No Comments

 

Bismillah, tulisan sederhana ini saya spesialkan untuk kalian yang mau tahu  bagaimana caranya naik pesawat gratis, kemudian bagi kalian yang minat ikut kompetisi nasional plus seminarnya plus bertemu kawan-kawan lintas pulau, dan juga ingin memiliki semangat membara berkenaan dengan karya tulis ilmiah. 


Pengalaman ini dibayar dengan proses dan progres, tidak terjadi begitu saja, kita tahu bahwa sesuatu yang terlihat hari ini berasal dari sesuatu yang tidak nampak pada awalnya, ya foto-foto kami di Makassar berawal dari perjuangan melelahkan yang tidak terdeteksi oleh mata para pembaca yang budiman, tahu-tahu sudah ada fotonya saja, eitts tidak!

Jadi begini ceritanya. Sore itu, saya pergi ke prodi, bukan untuk mencari informasi lomba di UNM, namun untuk konsultasi KTI Mapres ke dosen, Seni Apriliya, M.Pd. Berawal di Mapres, Allah takdirkan sore itu ternyata Prodi PGSD tengah sibuk-sibuknya menyiapkan berkas-berkas untuk akreditasi, saya bisa apa? Ya menunggu saja, menunggu pembimbing saya nyalse.

Ceritanya sudah bimbingan, ketika akan pulang, saya sempatkan mendekati Ketua Prodi PGSD, siapa? Dindin Abdul Muiz Lidinillah, S.Si., S.E., M.Pd. sebenarnya untuk meminta saran mengenai KTI Mapres, tapi Allah takdirkan ternyata bukan saran yang saya dapat dari beliau, tapi informasi lomba Karya tulis ilmiah Nasional di Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Saya pikir, hadeeuh, KTI ini saja belum beres-beres, gimana mau garap yang nasional? Namun, Bismillah, saya memutuskan untuk mencoba. Saya selalu ingat ayat ini deh, QS. Muhammad ayat 7. Dah tau kah? Baca aja ya. Begitulah efek lama-lama di LDK.

Malamnya, saya lupa malam apa, saya gercep deh tuh, buka informasi lomba, kontekan dengan kakak panitia, cie kakak, dan betapa kagetnya saya, ternyata malam itu adalah H-6 pengumpulan karya, dan saya belum rampung baca pedoman penulisan KTI yang dilampirkan panitia, H-6 sedangkan lima hari lagi seleksi mapres tingkat kampus. Dilema kan? Mana dulu yang harus saya kerjakan, dan perlu diketahui, dari sekian banyak pedoman karya tulis dalam sebuah kompetisi, pedoman inilah yang membuat saya menarik nafas panjang, ribet sekali, dari mulai judul, sub judul, ukuran huruf, jarak spasi, kutipan, belum lagi orisionalitas karya semuanya diatur begitu rinci, bagaimana bisa membuat KTI se-ideal ini dengan waktu yang serba terbatas. Lagi-lagi, saya menarik napas panjang, dan meminta ke Allah Ya Allaah, mudahkanlah, mudahkanlah, saya ingin naik pesawat terbang dan ikut kompetisi nasional. Ini doanya. Ga percaya? Rendah ya mimpi saya? gapapa siih, yang jelas sudah tercapai dong! Hihi

Sederhana, anak kampung yang ingin mencoba terbang. Sesederhana itu motivasi saya. Namun, kesederhanaan inilah yang membuat saya kuat begadang setiap malam. Malam ini KTI Mapres, besoknya KTI UNM, begitu terus hingga H-3 Presentasi Mapres, waktu saya  benar-benar tercurahkan untuk KTI Mapres, KTI UNM 100% terbengkalai, baru sampai latar belakang dan inilah, tersisa waktu satu hari satu malam. Saya bersama tim sudah membuat grup khusus, nama grupnya lucu: Pejuang KTI Nasional yang beranggotakan saya, Hilda Azhar dan Agni Fadilah. Ramai celetohan bahwa kita kemungkinan besar tidak akan jadi mengirimkan KTI.

Bisa dibayangkan sehari semalam, apalah yang bisa kita utarakan, meski secara garis besar ide solusi sudah ada di kepala, namun menulis KTI tidak sekadar tentang solusi, namun pendalaman masalah, data akurat, referensi mumpuni, teori, belum penelitian yang menguatkan pendapat kita, dan lain-lain. Pada titik ini, saya ingin sudahi saja, tapi entah mengapa, malam itu ba’da isya, saya membuka kembali laptop dan melanjutkan garapan KTI Nasional ini, terus saja digarap hingga pukul 21.26 WIB. Setidaknya selesai bab-bab awal, beberapa bab lagi. Saya tidak mau putus harapan meski sebenanrnya di Makassar sana, saya tahu panitia sudah akan menutup penerimaan karya 2 jam lagi, dan rasionalnya, KTI ini tidak akan selesai dalam waktu dua jam, yakin. Sekali lagi, entahlah, ada secuil harapan yang masih tersisa. Apa? Mimpi naik pesawat.


Saya kepikiran menghubungi kakak panitia, PJ KTI, Andi Etika namanya, bukan laki-laki kok, beliau perempuan. Hihi, ga penting ya. Pesan singkat saya via whatsapp masih saya simpan, begini:

 “Mbak, saya lagi garap KTI, Deadlinenya 3 jam lagi ya?” (belum ngeuh bahwa di Makassar sudah pukul 22.26, dua jam lagi DL)

“Iya gapapa, silahkan lanjutkan!”

“Saya pengen banget ada pengalaman ke Makassar, makannya garap aja”

“Tenang aja Mbak, ada perpanjangan DL kok”

 

See! Betapa Allah Maha Baik, DIA sungguh Melihat usaha kita, DIA sungguh tak sedetikpun mengabaikan bisikan doa-doa kita yang lirih itu, doa di sela hujan, di sujud terakhir, setelah shalat, saat shaum dan lain-lain. Berdoalah! Jadi, mau apapun, minta saja ke Allah ya.

Bukan karena peserta yang masih sedikit sehingga DL diperpajnag, namun banyak desakan dari peserta yang baru tahu info, banyak peminatnya, jadilah diperpanjang, dan memang benar, 48 karya tulis ilmiah yang masuk proses penjurian, dan Alhamdulillaah, kami menjadi 12 diantara karya tulis yang lolos nasional.

DL diperpanjang satu minggu dan kami Gaspol rem sauetik, istirahat dong, sudah turun berat badan 3 kilo, begadang setiap malam bos! Kami ke perpustakaan, cari referensi, ke SD sebar angket, ramu teori ini itu dan akhirnya sampai pada malam terakhir deadline, KTI rampung sekitar 75%, masih belum selesai! Malam itu benar-benar dikebut, satu orang nyari referensi kisah sahabat, satu orang sibuk urus administrasi pendaftaran, formulir transfer dll, satu orang lagi tidur saja. Eh, tentu tidak, satu orang lagi, sibuk merampungkan 25% sisa KTI, bab pembahasan, simpulan, dapus, penomoran halaman, sistematika dan editing, ternyata masih banyak pekerjaan! subhanallah, sudah pukul 23.00 WIB, kami tinggal tahap finishing dan pengiriman, namun kalian tahu DL waktu habis, tepat di Makassar sana sudah pukul 24.00 WITA. Huuussh, kami mulai ketar-ketir. Ga sempat kontekan panitia, yang penting rampungkan saja lah, selangkah lagi, dan selesai, 00.40 WIB file KTI baru terkirim, itu artinya pukul 01.40 WITA, kami telat hampir dua jam dari DL. 

 Apakah KTI kami diterima panitia, meski telat 2 jam? Tebak saja! Saya ingin tegaskan saja, Allah itu Maha Baik.

 

Peserta: Mbak, Maaf kami baru kirim fullpaper kami. Telat dua jam.

Panitia: Gapapa Mbak, ini masih banyak yang ngirim kok, para deadliner.

 Alhamdulillaah…

Tibalah hari pengumuman yang kami tunggu. 14 April 2017 pukul 23.59 WITA. Apa hasilnya? Eh sudah dibahas ya di atas. Alhamdulillaah, yup! Allah Mudahkan kami terpilih sebagai 12 finalis nasional dari 48 peserta, yang nantinya dipertemukan di kota Daeng, Kota Angin Mamiring, kotanya Pantai Losari, Makassar Sulawesi Selatan.  Ceritanya sudah tanggal 30 April saja ya, pemberangkatan menuju Makassar.  Bersambung  (Anisa Faqot)







Pengumuman Lainnya »

Berita & Tulisan Lainnya

Pelatihan Jurnal dan Publikasi Karya Ilmiah

Annisa Anita D. | 24/05/2017 | Informasi, Lain-lain | No Comments   Tasikmalaya, UPI Universitas Pendidikan Indonesia ...

UPI Kampus Tasikmalaya Sukses Gelar Mawapres  2017

Annisa Anita D. | 31/03/2017 | Informasi, Lain-lain | No Comments    Tasikmalaya, UPI Kamis (30/03) Universitas ...

« Berita & Tulisan Lainnya »

Alamat & Kontak

  • Alamat :
    Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya, Kode Pos 46115
  • Tlp/Fax :
    (0265) 331860 / (0265) 331860
  • Email :
    pgsd_tasik@upi.edu